Kemah Anak Indonesia Hebat (KAIH) Kelas XI SMA Negeri 5 Palangka Raya berlangsung lancar. Ratusan siswa mengikutinya dengan penuh semangat. Berlangsung selama dua hari, Jumat--Sabtu, 17--18 April 2026 kegiatan berlangsung di lapangan, aula, dan lingkungan sekolah.
Plt. Kepala Sekolah, Jonkenedy, S.Pd.,M.Pd., menyatakan bahwa sesuai program Kemendikdasmen, yakni Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), kita harus makin menguatkan dalam implementasi sehari-hari. Tujuh kebiasaan, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat harus konsisten dilaksanakan untuk menjadi anak Indonesia hebat dan generasi berkarakter mulia untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pengawas pendidikan Disdikprov Kalteng, Rudi Hilkya Hans E. Undjung, S.Pd.,M.Pd., saat membuka kegiatan mengajak para siswa untuk terus meningkatkan disiplin positif dalam kehidupan sehari-hari. Ia menuturkan bahwa disiplin bukan sekadar untuk menunjukkan citra diri dan sekolah, tetapi harus menjadi kebiasaan baik.
"Disiplin bukan sekadar citra, tetapi harus menjadi kebiasaan. Penegakkan disiplin harus melalui niat yang tulus, pembiasaan, dan keteladanan. Oleh karena itu, tidak ada alasan disiplin dengan kekerasan
Disiplin bukan sekadar simbolik, tetapi harus jadi urat kehidupan."
Rangkaian kegiatan kemah pun berlangsung seru. Aktivitas lebih banyak praktik di lapangan. Materi penanaman disiplin, kerja sama, baris berbaris, kekompakan, tanggung jawab, dan kepemimpinan difasilitasi panitia dengan narasumber dari Kodim 1016 Kota Palangka Raya.
Semoga semangat dari Kemah Anak Indonesia Hebat (KAIH) Kelas XI tak berhenti setelah tenda dibongkar. Implementasi tujuh kebiasaan baik mesti diimplementasikan, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat. Motivasi harus dibarengi aksi nyata secara konsisten dan didukung semua pihak untuk mewujudkan generasi Indonesia berkarakter mulia. (LJ)

